Manis Ku

Hari ini aku masih cukup bersabar manis ku..aku masih menimbang dosa-dosa ku padamu,

aku masih mencoba membendung amarah ini lebih tinggi agar tidak meluap.

aku masih bersabar manis ku.

Manis ku,..

Kali ini perasaan ku entah berantah tercampur dalam satu belanga.

Semua masih samar, tak dapat ku cerna.

Apa ingin mu, terkadang sudah ku ramu.

tapi ketika ingin ku, kadang kadang hanya buntu.

entahlah manis ku..

Salah siapa, rindu ini.?

Mungkin aku hanya bisa mengenang, ketika kita menangis di tepian samudra.

bercengkrama selepas prahara,

tapi sayang manismu, semua telah dewasa semua tak lagi sama.

Harapan-harapan itu perlahan memudar tak lagi terang walau semua sudah semakin dekat.

kabut tipis semakin turun menutupi jalan di depan sana.

ketika aku mulai berjalan pelan mendekati nirwana mu sayang ku.

Jika aku boleh memilih, aku akan tetap berjalan sayangku,

mendekati dan berusaha sedekat mungkin dengan apa yang kau ingin.

tapi manis ku,..

jika kamu semakin menjauh, dan terus memudar,.

biarlah aku hilang bersama kabut tipis yang samar.
READMORE
 

Untuk Kalian Semut Berbaris

Allhamdulillah, Puji Syukur kepada Tuhan yang masih memberikan aku kesempatan untuk menghirup udara dan anugrahNya. Setelah beberapa hari berada di tempat ciptaan-Nya yang begitu indah, begitu menakjubkan, begitu mempesona, hingga aku ingin kembali, lagi dan lagi kesana, ke tempat yang tak semua orang diberi kesemptan untuk menikmatinya.



Terimaksih juga Tuhan, kini aku menemukan siapa teman yang pantas di sebut teman, dan teman yang hanya sekedar teman dan teman yang memang bukan teman. Alam Mu menyeleksi dengan sempurna, alam Mu membuktikan siapa orang yang ada di samping ku, siapa teman yang bersama ku.



Memang tak ada yang sempurna, tapi pasti ada yang lebih baik. Begitu lah alam mengajarkan aku, menjadi manusia Individualis atau sosialis, mendahulukan ego atau meredam ego, berpikir negative atau positif, mentang atau mengikuti, hingga kadang mimilih atau tidak sama sekali. Rasanya tidak mudah untuk membedakan semuanya.



Tapi aku takan meninggalkanmu sendiri teman



Bagai semut kita berjalan berbaris

Bagai semut kita menyapa, meski tak kenal nama.

Bagai semut berbaris

Membawa beban yang sama berat, untuk kita bersama,

Jalan setapak memang tak cukup besar untuk kita berdampingan,

Jurang yang curam mungkin lebih menyeramkan dari pada Algoritma,

Tebing yang tinggi membuat tangan kita tak bisa saling menggengam dan membantu,

tapi aku takan meningglkan mu teman.

Meski aku tau di depan sana waktu terbaik menunggu,

Walau ada kejutan besar menanti ku di sana aku takan meninggalakan mu teman,

Aku tak ingin kamu melewati kabut itu sendiri,

Menerobos hutan kelam itu sendiri,

Aku tak ingin kamu ketakutan dalam gelap malam,

Aku tak mau kamu kelaparan, atau kehausan.

Aku tau mau kamu menggil ketika angin mencumbu mu,

Aku tak rela jika kamu melewati pesta nya.

Aku titipkan nyawa ku, padamu karena aku percaya kamu juga takan meninggalkanku.

Di jalan yang tak kita tau kemana arahnya,

Di tempat yang tak kita tau siapa penjaganya.






Untuk mereka "Semut Berbaris"
READMORE
 

Sudahlah Aku Pergi Saja

bimbang1Percuma aku terus disini, nenemani sepi kemudian berhalusinasi.

Memikirkan tanpa tahu nyatanya, aku sedang tak ingin menerka karena aku bukan ahlinya

 

Aku bosan menggeriliakan jemari menelusuri alfabet yang mungil

dan meraba tikus elektronik berbuntut kabel.

Hanya sekedar untuk pelampiasan kesal tanpa batasan kesadaran.

Lelah sudah jempol yang gendut menyiksa alfabet diatas keypad

Aku gak mau menambah penyiksaanku, kasihan mereka sudah terhimpit dipetak kecil.

Yang merasa dunia milik berdua, kalian terlalu egois. hahaha

Hah.. seperti orang bodoh aku memperlakukan semua kegilaan ini.

Sudahlah, aku pergi saja menikmati malam meski sendiri..

Bercumbu dengan kemewahan kota ini, dan bertamsya di tengah jalan yang sepi.

Atau berkelana kesana kemari tanpa tujuan, seperti bola diatas bidang tak datar.

Ketimbang aku membuat rusuh, mengaduh dan membuat hatiku semakin ricuh.

Aku pergi saja…

READMORE
 

Sebelum Aku Menutup Mata

Aku tutup mata ini dengan merenung.

Dalam… mengingat masa yang takan pernah berkurang.

Aku tutup mata ini dengan penyesalan.

Yang tak mungkin kembali ketika mata tlah cukup untuk terlelap

Bukan waktu yang akan menangisi aku.

Demi dosa yang semakin nenumpuk di pundak memberatkan jiwa ku

Bukan kalian yang tau, seberapa lama aku terpejam hingga aku tak sadar aku sejenak melupakan.

Melupakan kalian yang terjaga menanti teman

Menjinjing dosa-dosa besar melewati lorong yang sunyi,

Menatap penguasa malam yang sedang bercumbu dengan dosa terindah.

Terbaring diatas aspal yang dingin, yang sedang berselimut embun, beristirahat lelah.

Menatap langit yang gelap, dengan ribuan bintang yang indah..

Aku tutup mata ini sejenak, untuk menikmati lolongan anjing-anjing yang kesepian.

Melawan sejenak logika untuk menerka kuasa Tuhan.

Aku tutup mata ini dengan untaian improvisasi mencoba menjelajahi sugesti alam

Kita tak pernah sama Tuhan..

Tuhan mampu menembuh dimensi ruang dan dimensi waktu.

Sementara aku selalu saja terbaring di ruang dan berlomba dengan waktu yang Ia kuasai

Kita takan pernah sama Tuhan.

Sering kali aku menjerit lantang tentang hidup yang Engkau takdirkan padaku,

Tapi Engkau hanya terdiam, dan membiarkan aku menunggu waktu menyampaikan titahMu,

Aku tahu Engakau Maha Mengetahui, Maha Mendengar.

Engku tahu aku sedang galau,

Dan aku yakin Engkau mendengar jeritan hatiku yang sedang kacau.

Terimaksih Tuhan, Engkau beri kesempatan padaku untuk menyelesaikan surat keluhan ini.

Forgive me always complain of fate that you've set

READMORE
 

Bikisan Kumuh di Bulan Ke-45

Gelap menuntun kita berjalan berdampingan, meski aku tak pernah kenal dan sempat tak yakin akan kehadiran mu. Tapi gelap membawa kita bergandengan, meski aku pernah enggan menerka ataupun mengizinkan hatiku sejenak saja mengingat mu. Gelap mengajarkan kita untuk saling bersama meski kita tak pernah tahu siapa kamu dan siapa aku. Tapi gelap dan air mata mengetuk pintu hati untuk sedikit memberi izin kepada secercah harapan untuk masuk dan menerangi ku di dalam gelap.

Pintu itu semakin hari semakin  terbuka lebar, karena angin sejuk selalu berhembus semakin kencang. Ketika panas selalu ada air, dan ketika hujan selalu ada senyum yang mengahangatkan. Setidaknya itulah yang selama ini aku rasakan, ketika aku mulai mencoba menerka siapa kamu. Hingga detik menuntun ku menuju celah pintu hati yang perlahan mendekat atau aku yang tak sadar mendekat.

Ku mencoba membuka pintu hati untuk keluar dari kegelapan pandangan pertama, lalu kemudian mencoba menerima pandangan kedua, dengan segala kekurangan meski aku tak pernah yakin. Perlahan menit mengajarkan ku untuk menerima kamu, mulai bisa untuk berbagi hati, mulai mencoba berbagi tawa, berbagi cerita dan berbagi kesedihan, hingga tak sadar entah berapa kali siang dan malam menemani ku di luar kegelapan.

Sampai saat ini aku tak menemukan logika yang menjelaskan mengapa ada cinta, tak pernah aku temukan ada ilmu yang merumuskan dari mana datangnya cinta. Tak ada yang membuktikan cinta berawal dari mata lalu turun kehati, ataupun cinta pada pandangan pertama. Sebab pikiran dan hati ku sering berselisih paham tentang definisi cinta. Tapi Cinta ku tak berawal dari mata, dan tak pula turun ke hati.

i-will-never-let-you-goSajak ini ditulis bersama kesedihan

Sementara kamu tertidur dengan tangismu.

bersama air mata yang terus mengalir  dan rintik hujan yang menemani tidurmu

Wanitaku,

Nasib yang tergantung dengan ketidak pastian.

Pada sebuah pertanyaan “mengapa” yang tak pernah bisa dijelaskan.

Untuk sosok manusia yang terjerat pada takdir yang takmungkin bisa untuk menghindar

Hingga nanti, mati dan sendiri.

Wanitaku.

Wanita yang aku Cintai setelah ibuku, wanita yang aku sayangi setelah adik perempuanku.

Hadir dengan llinangan airmata, yang membasahi pipi.

Dengan ketidak sempurnaan manusia berwujud wanita

Wanitaku.

Wanita yang kini berjalan dengan kemampuan nya sindiri.

Meniti kesabaran dalam ketidak pastian, wanita yang tegar seperti ibuku.

Wanita yang menyayangi dengan kesabaran,

sabar meski  air mata  terus berlinang.

Wanitaku

Wanita yang saat ini menjadi pemilik separuh hati dan sebahagian dari pikiranku.

Wanita yang meracuni ku dengan kelemah lembutannya,

Dengan keteguhanya mencoba menetralkan kuasa ego yang bersemayam.

Wanitaku.

Wanita yang aku tak pernah tahu mengapa aku bisa mencintainya

Menyayanginya, hingga menjadikanya wanita terindah dalam hidupku

Menjadi bagian dari kesibukan, dari detik yang berdetak.

Menjadi lilin kecil ketika gelap,

Aku tulis sajak ini dengan kesedihan yang tak berarti aku benci

Atau dengan amarah yang membesarkan kuasaku atas sabar mu.

Aku tulis sajak ini dengan kesedihan, wanitaku menangisi penyair yang terlupa.

Terlena dalam sibuk yang tak berujung.

Wanitaku.. Maaf aku melupakanmu…

Untuk jumlah kata yang sulit di hitung, tersambung sebagai ungkapan penjelasan yang sulit di ucapkan. Terangkai semerawut penuh arti, bingkisan kumuh di hari Annyversary yang semoga saja rutin terkirim dalam bingkaian deary bulanan mu.

Harapan itu selalu ada untuk esok agar menjadi lebih baik. Impian itu akan selalu ada untuk esok agar lebih bermakna. Begitu juga kenangan, akan selalu ada menjadi bagian dalam setiap detik dan molekul atom yang takkan pernah diam.

Cukup sekian kata-kata gombal dari pria yang menyakiti mu. Semoga saja aku bisa menjadi yang lebih baik untuk kamu dan kita semua.

 

Untuk wanitaku dari penyair yang terlupa.

READMORE
 

DUNIA BARU KU

Aku menyukai dunia baru ku. Dunia yang ku impikan sejak beberapa tahun terakhir, akhirnya tercipta. Dan kini aku menikmatinya. Menikmati dunia yang ku bangun dari kepingan koin yang selalu saja masuk melalui celah keci di toples yang tutupnya ku lem dengan lem plastic bermerk “Alte***” dan kemudian ku plester dengan labban hitam, hingga tak satupun jari yang dapat masuk kedalam toples itu, walaupun melalui celahnya, kecuali kertas-kertas yang bernilai yang sudah ku lipat kecil, dan sengaja ku masukan melalui celah itu, untuk menyusul sang koin bersemayam dalam pelastik yang aku segel, agar nafsu konsumtifku tak semakin korup.

Kini dunia itu ada di genggaman ku. Karena akulah yang membangunya maka aku yang memilikinya. Dunia dimana aku menjadi raja, dan otaku menjadi patihnya. Berharap otak ini bijak lakasana Gajah Mada, karena impian terbesarku adalah menyatukan seluruh duniaku menjadi nusantara.

Penuh warna berfariasi gaya, dengan sedekit pantulan cahaya adalah hal lumrah kelak akan ku temui, tujuan utama adalah moment yang terkadang tersembunyi di setiap second ataupun millisecond. ISO tinggi tak menjamin tujuan akan sempurna, karena shutter harus berpacu dengan gerak serta kedip sang pelaku yang tak jarang mengesalkan.

Skill dan teknis terpadu dalam setiap putaran zoom agar jarak ke tujuan semakin dekat, serta kombinasi focus dan pikiran haruslah sama agar hasil kerja keras jemarimu tidak sia-sia.. Blur adalah musuh terberat dalam dunia ini, ibarat koruptor blur sama kejamnya, terkadang dapat menghilangkan moment yang susah payah aku tunggu, hingga tak jarang ku harus berdiri kemudian duduk, bahkan berbaring untuk mendapatkan time yang tepat bercumbu dengan moment.

Dan ketika semuanya sudah dapat terkendali bersiaplah mendengar jeritan-jeritan mesin bermata satu ini beriak.

Cekrekk..!!

clip_image002 Ckreekk..!!

clip_image004Crekkk.!!

clip_image006

inilah dunia yang baru saja ku miliki, dunia Fotografi, yapps.. Dunia yang sejak dulu ku bangun dari pajak-pajak sifat konsumtif ku, dunia ini aku rajanya dan otakku patihnya…

By : Si Ken Arok

READMORE
 

Deklarasi Kelas Dalam Java

Deklarasi Kelas

Menyambung artikel yang sempat terputus sehingga pembahasanya menggantung, ini sekedar ulasan sekilas tentang Deklarasi Kelas dalam Java, serta aturan penamanaan untuk Kelas tersebut.

bagaimana itu dan apa saja, langsung kita ke TKP.. hehe

clip_image001

Itulah bentuk deklarasi kelas paling sederhana. Bentuk deklarasi seperti ini akan bersifat default. Namun programmer ingin mempunyai kelas dengan sifat tertentu misalnya private (tidak dapat diakses oleh kelas lain). Dan sebagainya. Hal tersebut dapat di lakukan dengan cara menambahkan modifier sebelum kelas pada pendeklarasian kelas. Contoh

clip_image002

Dalam Java ada keyword yang sering digunakan sebagai modifier (kata tambahan yang terletak didepan unsur kelas/data/method). Antara lain abstract, final, multiple, static, serta tiga jenis lainya yakni: public, private dan protected.

Modifier bersifat optional artinya boleh di paki boleh tidak, tergantung pada perancangan program dan bagaimana sifat kelas tersebut terhadap kelas lainya..

Berikut pembahasan beberapa modifier yang sering digunkan dalam deklarasi kelas.

Public > Menyatakan bahwa kelas tersebut dapat diakses oleh kelas lainya, baik yang masih ada dalam satu package ataupun berbeda package.

Private > ini berarti kelas tersebut tidak dapat diakses oleh kelas lain

Protected > Membatasi kelas yang dilakukan oleh sub kelas turunannya dan kelas yang lain yang terletak dalam package yang sama.

Abstract > Modifier ini hanya dapat dipakai di hirarki kelas tertinggi, yang berati bahwa kelas tersebut tidak dapat diintansiasi langsung menjadi objek

Final > Menyatakan bahwa kelas tersebut tidak dapat diturunkan menjdi subkelas

Aturan Penamaan Kelas

1. Dimulai dengan abjad (a,b,c,d,e,……) atau karakter underscore ( _ ) atau tanda dolar ($). Tidak dapat diawali dengan bilangan (0,1,2,3….) namun setelah karakter pertama dapat diikuti oleh kombinasi abjad, bilangan dan underscore dan dolar.

2. Tidak bleh menggunakan keyword dalam java (public, class, boolean dan sebagainya)

3. Tidak boleh menggunakan karakter operator (-,+,=).

READMORE