Showing posts with label Puisi. Show all posts
Showing posts with label Puisi. Show all posts

Pelangi

Secepat itu kah pelangi muncul
Bahkan ketika hujan belum reda
Ketika sisa-sisa badai masih porak-poranda
Menyisakan luka yang masih memerah

Aku tak tahu harus bagaimana
Aku lupa bagaimana cara menikmati pelangi
Semasa kecil aku gembira bersama rintik-rintik air menikmatinya
Tapi kini aku bukan lagi anak kecil yang melupakan problema

Udah berapa kali ku acak-acak rambut ku
Entah ritual itu berarti apa tidak mengusir bimbang ku
Jedotin ajaa kepala ini ke tembok
Mungkin bisa lebih baik
Tapi sakit.

arhhggg.. Pelangi tetaplah pelangi,
Indahnya tak pernah sampai ke Bumi
Kita mestinya sadar bahwa kita tak kan pernah bisa menyentuhnya
Tapi kita bisa menciptakannya

READMORE
 

Kadang itu Entahlah

Kadang itu entahlah,
Fisik ini sehat, kaki ini kuat, tangan ini sanggup menggapai
Tapi semua terasa lemah
Mungkin hati ku bermasalah

Kadang itu entahlah
Semacam tak ingin melakukan apapun
Tapi berdiam diripun terasa salah
Mungkin hati ku sedang gundah

Ingin ku tidur dan bermimpi indah
Tapi lelah itu bukan berasal dari tubuh
Mungkin hati ku yang lelah
Kadang itu entah lah,

Ingin ku teriak bersama ombak
Ditepian karang menghadap samudra
Agar tak ada yang tau aku sedang gundah
Tapi aku tak pernah berniat melompat ke samudra
Sebab aku tau gundah ini hanya sementara.

Aku adalah kayu yang tersayat, bukan terpotong untuk kayu bakar
Jikapun aku terbakar, aku akan menjadi abu yang dirindukan api
Ketika pun aku tumbuh, maka aku akan tumbuh dengan luka sayatan
Yang membuat aku tumbuh menjadi lebih kuat terhadap goresan

Tapi kadang itu entahlah
Mungkin tulisan ini juga maksudnya entahlah
Galau? ah seperti nya tidak
Mungkin aku hanya lelah
Bukan tubuh ku yang lelah
Hati ku

tapi kadang itu entahlah.



READMORE
 

Ketika aku tak lagi di sini

Hari ini aku sedikit melankolis, entah kenapa
atau mungkin masa depan ku tak di sini,
di tempat yang lebih nyaman dari pada tempat kelahiran ku
apa aku sudah menyatu dengan tempat ini.

berat bagi ku untuk pergi,
meninggalkan apa yang telah aku mulai dari sini.
yaa .. dari kota yang mengajarkan aku hidup lebih berarti 
lebih dari apa yang pernah ku impikan.

Berat rasanya meninggalkan mu walau sejenak.
meski kita jarang berjumpa
tapi kita selalu menaruh harap
memendam rindu teramat yang terbalas sekejap

Ketika aku tak lagi di sini.
mungkin rindu akan beranak pinak.
mengingatkan ku pada kenangan 
tentang gemercik air, kicauan burung, hembusan angin dan rintik hujan.

Rintik hujan tetap lah sama, 
Di ujung bumi pun kita tetap menikmati mentari yang sama, 
Bintang dan rembulan yang sama
Tapi kita menikmati nya dalam ketidak bersamaan 

Aku akan merindukan sesuatu yang sederhana
semacam jagung bakar pedas manis, atau secangkir susu coklat panas
Sesederhana itu rasa cinta kita, 
Takperlu candylight dinner dan pizza. hanya secangkir kopi yang kau suka

Sesedarhana itu yang membuat ku rindu
Seperti aku merindukan pegunungan yang berdiam diri.
Seperti aku merindukan angin yang sejatinya membelai lembut tubuhku setiap saat
Seperti aku merindukan tarian kemenangan.

Entah kenapa aku sedikit melankolis hari ini.
mungkin karena insomnia ini terlalu akut bagi ku.
Sementara tak ada lagi bahan untuk ku baca, tak ada lagi cemilan untuk ku kunyah
sehingga aku sedikit melankolis bernostalgia pada masa silam


READMORE
 

Terimakasih Masa Lalu

Ku tulis ini dengan linangan air mata yang tertahan.
Ku tulis ini dengan jutaaan maaf yang tak mampu ku ucap.
Ku tulis ini dengan penuh rasa bangga pada mu
Ku tulis ini dengan penuh kesadaran dan mungkin penyesalan atau mungkin kebebasan..

Tak ada yang ingin perpisahan ditengah-tengah bahagia yang tercipta.
Tapi aku satu dari sebagaian orang yang melakukan itu.
Maaf kan aku yang terpaksa mengakhiri semuanya lebih awal tanpa ingin mu.
Hati kecil ku mungkin akan berontak tak rela, tapi logika sepenuhnya sadar.
Mempertahankan mu sama halnya memenjarakan separuh jiwa mu dan separuh jiwaku 
dalam penantian tanpa akhir dan harapan tanpa kepastian.
Yang nantinya akan sama-sama merenggut sedikit demi sedikit detik dan pikir kita pada ketidakpastian
Masih panjang jalan yang harus kita lalui, masih panjang gua yang harus kita susur.
Semuanya masih gelap gulita, sampai di sini atau masih banyak keindahan yang akan kita temukan.

Kita takpernah berubah, aku masih lah aku seperti yang dulu hingga saat terakhir kita bertemu aku masih lah seperti aku yang dahulu. Begitu juga kamu.
Tatapan mu, ceria mu, tembem pipi mu masih saja lah seperti dahulu tak ada yang berubah.
Banyak kata yang tak mampu ku ucapkan, sebab apapun yang ku katakan semua tak kan berubah dari apa yang pernah ku katakan sebelumnya. 
Aku hanya takut menyakiti mu lagi, menjatuhkan air mata di pipi mu.

Berharaplah pada harapan yang pantas.
Bersandarlah pada sandaran yang selalu ada.
Saat ini kita hanya seperti rembulan dan mentari.
Saling membutuhkan tapi tak ditakdirkan bersama.
Kita tak selamanya tangguh karena kita bukan superhero.
Lepaskanlah tangguhmu, perlahan.
Sejenak kita singkirkan ego masa muda yang menyederhanakan cinta.
Sesederhananya cinta tetap butuh yang namanya pengorbanan.

Terimakasih sudah menemani sebagian masa ku.
Bersama mu adalah pelajaran berharga dalam hidup ini.
Terimakasih udah menjadi yang terindah dan mungkin sulit terganti.

Terimakasih.. 

READMORE
 

Insomnia

seperti biasa, seperti malam malam sebelumnya.
Cahaya terang telah berganti temaram.
Bising tivi yg berubunyi berganti sepi.
hening, hanya getaran pompa akuarium, gemercik air dan detak jam yg berbunyi.

Mata ini enggan terlelap, tanpa sebab.
Letih begitu dalam mendekap hingga ke tulang, tapi tak sampai ke mata.
Hanya sepintas melewati hati.

Ku pikir rindu telah bersemayam teramat dalam.
Setengah tubuhku tak bergairah ketika senyum it pergi.
Setengahnya lg selalu merasionalkan apa yg terjadi dengan apa yg di hati.

Insomnia . .
Tak dapat ku pejam mata ku membanyakan mu.
Tak lelap tidurku memimpikan mu.
tpi tak pula ingn ku buka mata ketika ku dapati kau hanya fana.
Tapi ingin segera ku terbaring, beranjak ke alam mimpi, sebab mimpi ku terasa nyata.

Aku setengah gila karena kehilangan rasa.
Dan aku pun hampir gila tak punya punya rasa.

READMORE
 

Pergilah Kasih

Aku tau ku bakal menyesal dengan pilihan ini.
Tapi ini lah yang ku pilih, menyongsong hari baru dengan status baru.
Semoga ini yang terbaik untuk masa dan asa.

Wajah imut itu tak lagi milikku, aku mungkin takan pernah mendapatkan wajah serupa.
Ia begitu baik dan begitu indah untuk dilepas,
Tapi tak pula pantas untuk berkeras memaksanya bersama.

Terbanglah sayang, kepakkan sayap mu.
Janganlah menangis karena kamu akan segera menjadi kupu-kupu.
Maafkan semua salah ku yang menyakiti hati dan perasaan mu selama jadi kekasih ku.

Bungkuslah semua kenangan indah itu bersama dengan cerita kita.
Simpan dalam kotak dan kunci lah yang rapat.
Sesekali kenanglah, ingatlah kalau kita pernah bersama.

Yakin lah ini hanya sementara saja,
Kamu dilepas bukan dibuang, 
aku mencintai mu dengan iklas maka aku pun melepasmu dengan iklas.

Meskipun air mata mencoba menahan mu lebih lama.
Tapi tak pantas lebih lama mendekammu dalam harap semu.
Tak akan jauh jodoh dikejar, takan kemana-mana jodoh dicari.
Ia hanya menunggu waktu yang tepat untk diikat,
Diikat secara sah dengan akad.

Kalau kamu memang jodohku suatu saat pasti kita bertemu lagi.
Tapi kalau kamu bukan wanita dari anak-anak ku nanti,
semoga kamu menjadi ibu dan isti dari orang yang selalu mencintai dan menyayangimu..

Terimakasih untuk segalanya, kenangannya, hujannya, langitnya, bintangnya,
Tawanya, sedihnya, airmatanya, air hujanya, sinar mentarinya, dan pelitanya.

Terimakasih juga cintanya.. 

Ini bukan akhir dari kita, kita masih bisa tertawa bersama, bercanda bersama.
Masih bisa saling membantu, dan menyusahkan, dalam ikatan persahabatan.. 

READMORE
 

Merindu

Mungkin kita terbiasa berteman dengan sunyi.
Gelap adalah warna yang begitu dekat untuk disapa.
Kita lupa indahnya pelangi,
yang telintas hanya hitam dan putih,
tak kita temukan merah, biru, kuning, hijau.
Mungkin kita bertanya tentang ini
tentang rindu yang teramat sangat.
akhir-akhir ini rindu itu begitu menyiksa ku,
ingin ku sapa namun ku ragu berbalas,
ku pendam tapi tak kuasa jiwaku meredam
Akhir-akhir ini aku memikirkan mu,
membayangkan wajah mu yang sudah lama tak pandang,
akhir-akhir ini aku sering teringat tentang mu
tenang sikap mu yang begitu nyaman.
ah, mungkin perasaaan ku saja yang sedang tak menentu
ku harap ini rindu sesasaat yang hadir dikala aku senyap.
yaa semoga saja ini hanya perasaan ku,
entah lah.
sudah lah..
lupakan saja.. 
READMORE
 

Jingga dan Kamu

Tlah lama tak kulihat jingga nya senja
yang hadir sejenak namun begitu indah di penghujung terang
menjadi pemisah cahaya dan kegelapan
kini senja itu telah lama hilang tertutup awan hitam.
Jika senja hadir mengindahkan hari 
maka dikau hadir mengindahkan hati
menjadi pemisah antara antara cinta dan emosi
dan kini dikau sama seperti senja, menghilang bersama hari
Senja adalah harapan ketika ada cahaya dan ketika bumi masih berputar
begitu pula dikau, yang menjadi harapan ketika aku membuka mata dan bernafas
mungkin suatu hari nanti aku dapat menyaksikan senja yang jingga
tapi jika suatu hari nanti aku tak bisa melihat kamu seperti aku melihat senja
maka ku mohon tataplah senja diantara terang dan gelap mu
aku ada bersama cahaya yang perlahan redup dan menghilang..
karena aku menunggu mu..


READMORE
 

kurang lama

Di mana damai itu bersemayam ketika ayam mulai berteriak sementara mata belum terpejam

Ketika belaian angin terasa lebih dingin sementara malam semakin sunyi

dan bintang-bintang pun mulai hilang dalam gelap

Sementara mata ku mulai sayu sementara tangan ku masih ingin berkuasa.

Di mana pengehenti waktu, ingin segera aku menggapainya

Mengehentikan sejenak perputaran bumi, menahan sebentar usia dan hari

Berharap sebelum esok semua akan selesai , wahai tumpukan tanggung jawab yang menunggu eksekusi

24 jam terasa singkat dalam sehari tapi lebih dari itu terasa lama

Meskipun sudah merapel tidur untuk hari berikutnya, tidaklah juga mengubah segala

Yang ada hanya Tanya Tanya Tanya tanyaaa.. dan selalu tanya

Sampai kapan roda berputar seperti ini dalam hari ku yang terasa sama.

READMORE
 

oak Bukan Keladi

Aku bosan, mendengar mu ya hanya mendengar mu.

Aku benci, benci harus selalu menjadi pendengar,

Keluh mu, kesah mu, menjadi tumbal untuk lelah mu

Menjadi budak di Istana reot mu.

 

Aku juga ingin kau dengar, sepatah kata saja dari ku.

Aku ingin kau melihat, sedikit saja diriku

Aku lelah, sudah, segenap jiwa ku habis bersabar.

Tinggal sisa-sisa sabar dari batas pengetian yg tersisa.

 

Tuhan kan saja nominal-nominal itu.

Yang tak bisa membeli semua.

Bahkan dengannya saja kau tak mengerti rasa.

Bagaimana bisa kau mengerti manusia,

 

Aku takut hidup dalam ketakutan, tapi aku sudah terbiasa bersama gelap.

Aku benci diam, tapi aku juga suka diam.

Sudah cukup aku mengalah, tapi aku tak kalah.

Aku Oak yg tinggi, bukan bukan keladi.

READMORE
 

Untuk Mu (ayah dan ibu)

Adakah tempat yang menarik untuk ku kunjungi selain masjid.

Tempat di mana aku bisa mengadu dan mengatakan segala resah gelisah ku.

Adakah tempat yang indah yang dapat membuat ku melupakan segala susah dan sedih.

Aku sedang tak ingin mendaki, walau aku tau puncak itu indah.

Sepi ini membuat ku menjadi zombie.

Setelah pagi, bangun kemudian tidur lagi.

Setelah siang, makan kemudian tidur lagi.

Terkurung dalam sangkar, ibarat Nuri.

Menunggu sibuk menusuk, mungkin terlalu lama.

Menyerah dengan sepi mungkin lebih baik, tapi aku telah berjanji.

ya sudahlah, mencoba berteman dengan sepi.

Bicara dengan angin bercengkarama dengan sunyi.

Mendekap gelisah, menghapus air mata.

Mengingat janji ku pada mu untuk menjadi dewasa.

Merintis masa ku yang tak lagi kecil bersama mu.

Ayah, Ibu.. untuk mu aku di sini..

READMORE
 

Jangan Pikirkan Bagaimana Aku Hidup

Sudah berbeda..

Jurang yang memisahkan perlahan-lahan semakain melebar..

Jembatan yang di jalain dengan seutas tali perlahan-lahan tak sanggup untuk menghubungkan..

Semakin merenggang....

Ramalan-ramalan dan harapan sepertinya enggan bergandeng tangan..

Ketika sepasang anak cucu adam menjalin ikatan, setan pun mulai begentayangan..

Meneruskan kutukan-kutukan kepada dua insan..

Hingga akhir zaman jalinan anak cucu adam selalu didampingi para setan..

Jurang jurang itu semakin lebar karena setan semakin berkuasa atas ikatan..

Menjanjikan kebahagiaan yang semua dari lelah atas penantian..

Kutukan itu akan terus mengahantui meski di ujung duniapun kau berada..

Tebing-tebing semakin tinggi, jurang semakin melebar..

Awan semakin hitam tapi hujan tak pernah kunjung datang..

Gersaaang..

Mentari kian hari kian terik, membuat penantian semakin hari semakin melelahkan..

Ku tau kau butuh air. Ku tau kau butuh tempat besandar..

Tapi kau harus tau, begitu lebar jurang memisahakan, tak mungkin bagi ku untuk terbang menggapaimu..

Berteduhlah ditempat yang kau anggap nyaman, aku takan melarang..

Kita takpernah tau, kapan hujan datang..

Aku tak ingin menyiksamu lebih lama di penantian ini..

Hiduplah dengan segala pilihanmu. Jangan pikirkan bagaimana aku benafas disini..

Jangan pikirkan bagaimana aku hidup disini.

Aku disini cukup senang bisa mendengarmu tertawa..

Meski tanpa candaku.

READMORE
 

Teman 7 Tahun Silam

Bahagia rasanya, beberapa waktu ini handphone sering berdering.

Dari teman-teman lama, 7 tahun silam.

Mendengar suara mereka yang masih saja cempreng.

Tawa mereka yang masih saja bising.

Serta kata-kata mereka yang masih saja bawel.

Aku tak tau rupamu bagaimana, dan sekarang aku hanya tau kamu di mana.

Jauh, penjuru negeri kini memisahkan kita, status mu juga sudah milik orang.

Tapi teman, kita tetap teman.

Ingat sewaktu kamu nyontek tugas ku, sewaktu kamu membenci ku.

Atau sewaktu kamu menyukai ku. Semua terdengar lucu.

Mengingat di mana letak tempat dudukmu. Atau mengingat kelakuan konyol kalian

Semua terasa indah.

Ingin kembali ke masa di mana celana pendek dan dasi “Aids” warna biru itu

melingkar di leher.

Kemasa di mana kita belajar Iqra’ atau belajar seruling,

Membuat pesawat dari kertas dan menerbangkannya ke kantin sekolah tetangga.

Itu lucu.

Kini sebagian dari kita, telah megabdi pada Ibu pertiwi.

Suara mu terdengar lebih bijak, bicaramu juga terdengar lebih berbobot.

Sebagian dari kita lagi telah menjadi bagian dari rumitnya birokrasi pemerintahan.

Dan sebagian lagi masih belum ku dengar kabar beritanya.

Teman. .. telpon ini menyatukan kita semua pada pembicaran lama.

Mengenang dan terkenang, mengingat untuk sahabat.

Meski wajah tak dapat terlihat tapi suaramu cukup membuat diri kumerindu.

Tak sabar rasanya segera pulang dan bertemu kalian semua.

Meledek pakaian yang kalian kenakan, memandangi wajah kalian yang berkerut termakan waktu.

Atau menertawakan kita semua yang dahulu lugu.

READMORE
 

-----------------------------

Jika diam itu pilihan, aku sekarang mungkin sedang memilih itu.
Dari pada aku semakin benci, tatanan birokrasi yang katanya “membantu” ternyata juga bisu.
Gelak tawamu di ruang sana mungkin terdengar bahagia,
Tapi aku tak tertarik untuk ke sana. Dan ikut tertawa.
Aku sedang malas bercengkrama dengan manusia.
Yaa.. mungkin kalian membenci ku dan mungkin itu lebih baik.
READMORE
 

Manis Ku

Hari ini aku masih cukup bersabar manis ku..aku masih menimbang dosa-dosa ku padamu,

aku masih mencoba membendung amarah ini lebih tinggi agar tidak meluap.

aku masih bersabar manis ku.

Manis ku,..

Kali ini perasaan ku entah berantah tercampur dalam satu belanga.

Semua masih samar, tak dapat ku cerna.

Apa ingin mu, terkadang sudah ku ramu.

tapi ketika ingin ku, kadang kadang hanya buntu.

entahlah manis ku..

Salah siapa, rindu ini.?

Mungkin aku hanya bisa mengenang, ketika kita menangis di tepian samudra.

bercengkrama selepas prahara,

tapi sayang manismu, semua telah dewasa semua tak lagi sama.

Harapan-harapan itu perlahan memudar tak lagi terang walau semua sudah semakin dekat.

kabut tipis semakin turun menutupi jalan di depan sana.

ketika aku mulai berjalan pelan mendekati nirwana mu sayang ku.

Jika aku boleh memilih, aku akan tetap berjalan sayangku,

mendekati dan berusaha sedekat mungkin dengan apa yang kau ingin.

tapi manis ku,..

jika kamu semakin menjauh, dan terus memudar,.

biarlah aku hilang bersama kabut tipis yang samar.
READMORE
 

Sudahlah Aku Pergi Saja

bimbang1Percuma aku terus disini, nenemani sepi kemudian berhalusinasi.

Memikirkan tanpa tahu nyatanya, aku sedang tak ingin menerka karena aku bukan ahlinya

 

Aku bosan menggeriliakan jemari menelusuri alfabet yang mungil

dan meraba tikus elektronik berbuntut kabel.

Hanya sekedar untuk pelampiasan kesal tanpa batasan kesadaran.

Lelah sudah jempol yang gendut menyiksa alfabet diatas keypad

Aku gak mau menambah penyiksaanku, kasihan mereka sudah terhimpit dipetak kecil.

Yang merasa dunia milik berdua, kalian terlalu egois. hahaha

Hah.. seperti orang bodoh aku memperlakukan semua kegilaan ini.

Sudahlah, aku pergi saja menikmati malam meski sendiri..

Bercumbu dengan kemewahan kota ini, dan bertamsya di tengah jalan yang sepi.

Atau berkelana kesana kemari tanpa tujuan, seperti bola diatas bidang tak datar.

Ketimbang aku membuat rusuh, mengaduh dan membuat hatiku semakin ricuh.

Aku pergi saja…

READMORE
 

Sebelum Aku Menutup Mata

Aku tutup mata ini dengan merenung.

Dalam… mengingat masa yang takan pernah berkurang.

Aku tutup mata ini dengan penyesalan.

Yang tak mungkin kembali ketika mata tlah cukup untuk terlelap

Bukan waktu yang akan menangisi aku.

Demi dosa yang semakin nenumpuk di pundak memberatkan jiwa ku

Bukan kalian yang tau, seberapa lama aku terpejam hingga aku tak sadar aku sejenak melupakan.

Melupakan kalian yang terjaga menanti teman

Menjinjing dosa-dosa besar melewati lorong yang sunyi,

Menatap penguasa malam yang sedang bercumbu dengan dosa terindah.

Terbaring diatas aspal yang dingin, yang sedang berselimut embun, beristirahat lelah.

Menatap langit yang gelap, dengan ribuan bintang yang indah..

Aku tutup mata ini sejenak, untuk menikmati lolongan anjing-anjing yang kesepian.

Melawan sejenak logika untuk menerka kuasa Tuhan.

Aku tutup mata ini dengan untaian improvisasi mencoba menjelajahi sugesti alam

Kita tak pernah sama Tuhan..

Tuhan mampu menembuh dimensi ruang dan dimensi waktu.

Sementara aku selalu saja terbaring di ruang dan berlomba dengan waktu yang Ia kuasai

Kita takan pernah sama Tuhan.

Sering kali aku menjerit lantang tentang hidup yang Engkau takdirkan padaku,

Tapi Engkau hanya terdiam, dan membiarkan aku menunggu waktu menyampaikan titahMu,

Aku tahu Engakau Maha Mengetahui, Maha Mendengar.

Engku tahu aku sedang galau,

Dan aku yakin Engkau mendengar jeritan hatiku yang sedang kacau.

Terimaksih Tuhan, Engkau beri kesempatan padaku untuk menyelesaikan surat keluhan ini.

Forgive me always complain of fate that you've set

READMORE
 

Ajari aku untuk mengenal diriku sendiri

Yang aku tahu, aku hanya beruntung memiliki Akal.

Hingga aku lebih mulia dari binatang..

Yang aku tahu, aku adalah onggokan daging yang membalut tulang..

Dan Aku beruntung, Tuhan memberikan aku nyawa.

Hingga aku berwujud manusia..

Aku kenal siapa diriku..

Yang aku tahu selama ini aku hidup seperti air..

Menjani setiap waktu ditepi takdir..

Kalian lebih kenal aku dari pada diriku sendiri..

Kalian lebih tahu aku dari pada cermin yang terpajang ditembokk kamar..

Aku tak pernah ingin menilai diriku sendiri salah.

Aku tak ingin...

Aku selalau ingin sisi terang dalam diriku..

Aku tak ingin sisi gelap..

Ajari aku untuk mengenal diriku sendiri..

Dengan apa yang kalian lihat apa yang kalin rasa,,

READMORE
 

This love never last

Aku lupa kapan selembar kertas ini ku terima..

Tapi ku pikir sudah cukup lama ia bersemayam.

HIngga kertasnya hampir sobek dan terbelah..

Dimakan waktu..

namun aku masih dapat membaca "This love never last" di akhir tulisannya.

dan aku pun masih dapat membaca isinya.

 

Cinta didapat dengan perjuangan, dan dipertahankan dengan perjuangan pula..

selama proses itu, mungkin akan ada pertengkaran, teriakan serta tangisan hati yang terluka..

Tapi kemudian ketika mendapat kekuatan untuk berdiri lagi mungkin kamu akan tahu.

Mengapa syair cinta, lagu cinta, atau cerita cinta di buat.

Dan nantinya kamu akan mengerti mengapa cinta begitu hebat...

dan dibalik semua pertanyaan tentang apa arti cinta,?

sebenarnya kamu telah lama mengetahuinya..

Disetiap pandana mata, genggaman tangan, dan pelukan hangat.

ada defenisi cinta bagi setiap pasangan.

ada pemahaman yang berbeda ada pengertian yang berbeda.

Mungkin kamu akan lebih banyak terluka

tapi itu tidak membuatmu berhenti mencari cinta..

Tanpa disadari kemudian cinta itu sudah ada disana.

ketika kamu tertidur di bahunya atau menghabisakn sore yang membosankan berdua.

ketika memakan sate dari piring yang sama.

hingga bernyanyi dengan suara sumbang di hadapanya.

atau ketika membiarkan dia menjawab telpon dari ibumu.

dan setelah bertahun-tahun berlalu.

debar-debar itu masih ada ketika ciuman lembut menyentuh pipi.

Kamupun tahu..

This love never last

READMORE
 

Untuk Pengakuan Atas Nama Cinta

Inilah aku dengan segala kekurangan..

Yang mencoba memiliki dan bertahan untuk pengakuan atas nama CINTA

Aku sadar salahku melampaui batas kesabaranmu..

Berulang kali-bahkan sering kali..

Kamu tak pernah berkata apa lagi untuk sekedar berbicara.

Kecuali "TIDAK  dan TIDAK", ataupun IYA dan YA SUDAHLAH.

Hingga aku tak pernah benar-benar tahu, Apa salahku.?

yang aku tahu kini aku tak pantas bersanding

Atau pun egois mempertahankan pengakuan atas nama CINTA

Karena aku berpikir tentang karma dan jujur kini aku mulai meraskan karmanya.

Andai kita sama-sama mau belajar.

Untuk mengingat perihnya hati yang membuat kita bertahan.

Mungkin perasaan itu takkan terlulang lagi dan lagi

Sayangnya kita terlalu egois untuk mengingat kekurangan masing-masing

Apa lagi untuk mengenang kesalahan.

Karena kita lebih banyak menyalahkan dan berdiam dengan perbedaan.

Aku tak bisa mengatur hidupmu seperti yang aku mau.

Karena bukan aku yang menjalaninya, tapi kamu sendiri.

Aku hanya pendatang yang penuh dengan kekurangan.

Usirlah aku jika kamu ingin, mungkin aku akan pergi.

Dan berdo'a semoga kamu bahagia dengan jalanmu.

READMORE