Imajinasi

Aku ingin terlelap tapi mata ku belum ingin terpejam, walau ruangan ini sudah gelap tapi imajanisi ku masih saja terang dan menerawang ke dunia yang terang benderang. Aku sedang mengimajinasikan masa, masa yang sama sekali menjadi misteri, dan kadang aku berpikir tentang tujuan. Apakah hanya hasrat sesasat, ataukah abisi yang terlewat, atau mungkin bagian dari petunjuk apa yang harus aku perbuat.

Fana sekali dunia ini, mungkin kah aku sudah terlanjur patah hati pada harapan dan pada dunia kemudian mendalami sufistik? ku rasa belum, dunia belumlah terbebas dari ku untuk di bayangkan keindahannya, imajinasi ku masih berbalut dunia, dan ingin ku terhadap dunia juga masih terlampau banyak, jadi mana mungkin aku jadi sufi yang notabene nya adalah seseorang yang telah patah hati terhadap dunia.

Mungkin aku sedang patah hati dan kecewa pada diri ku sendiri. Dunia yang teramat indah ku lewatkan hanya karena berharap dunia yang jauh lebih indah, aku lupa bagaimana caranya bersyukur hingga Tuhan menangguhkan segala nikmatnya untuk ku. Aku bersyukur masih diberikan kesempatan menggunakan pemberian Nya yang teramat-sangat besar, imajinasi. Ku rasa mungkin iblis menjadi benci pada keturuan Adam karena nikmat imajinasi yang dimiliki Adam dan keturunannya. 

Imajinasi ku menerawang kemungkinan demi kemungkinan walaupun ku tau kemungkinan justru akan melahirkan kemungkinan jika hanya dibayangkan tanpa di tindak lanjuti. Imajinasi ini perlahan menciptakan satu alur cerita, storyboard nya jelas tergambar, pemeran-pemerannya jelas terdaftar, ah mungkin ini akan menjadi suatu cerita yang luar biasa jika ditindak. Tapi mewujudkan imajinasi tak semudah membalik telur di penggorengan.

ternyata sudah sepertiga malam, aku ingin menghadap Pencipta ku sejenak mendiskusikan apa yang sedang kita ceritakan, semoga Beliau berkenan merestui, dan segera memberi kan petunjuk untuk memulai penggarapannya. Endingnyaa? ahhh.. lupakanlah, seorang teman berkata pada ku, akhir dari cerita itu hanya ada 3 kemungkinan, berakhir bahagia, tragis, atau komedi tragis. Jadi kita nantikan saja.


READMORE
 

Tak Selalu Happy Ending

Hay denyar…
Apa kabar mu, ku harap kamu baik-baik saja dan akan selalu baik bahkan jauh lebih baik. Aku yakin kamu masih ingat hari ini, aku yakin kamu takan pernah lupa, begitu pun aku. 1 Maret, 6 tahun silam, tak ada yang menyangka hal itu akan terjadi, bahkan kita sendiri perlu beberapa waktu untuk menyakinkan diri atas semua yang terjadi. Semua mengalir saja seperti air mengalir ke samudra, banyak yang mengira air akan berlabuh di hilir, tapi sebagian air malah menggenang dan hanya bisa menguap ke angkasa.

Tadi nya semua berharap akan baik-baik saja, baik yang terlihat di luar dan baik pula untuk yang tak terlihat. Yaa, bersama mengiringi waktu memang terlihat baik, tapi tak ada yang dapat melihat kedalam hati, terkadang apa yang terlihat mata belum lah sama dengan apa yang dirasa di hati.

Denyar.. Kita telah melalui jalan panjang yang akhirnya mengantar kan kita pada persimpangan. Tadinya kita berharap jalan itu akan selamanyaa menyatukan kita, tapi kehendakNya berbeda dengan ingin kita. Kita tak selalu bisa punya apa yang kita inginkan, kadang kita harus merasa kehilangan ketika kita sangat berharap, atau bahkan kita ragu pada apa yang kita harapkan.

Kita sudah semakin dewasa menjalani hidup. Logika dan rasa menjadi dua komposisi dalam hubungan yang tak bisa dipisahkan, logika tanpa rasa seperti memaksa menaiki mobil yang diderek, kita punyaa tapi kita tidak dapat menikmati bagaimana bekendara. Begitu pula rasa tanpa logika, tentu seperti penyair dengan harmonika, indah, tapi kita tak mengerti maknanya.

Kita tidak bisa mejalani satu ikatan dengan menghilangkan satu kebutuhan. Keadaan memaksa kita mencari salah satu komponen yang hilang dari kebersamaan. Mencari sendiri, ke negeri antah berantah, dibalik kenangan, dari kehidupan masa silam, dari sisa-sisa peperangan, atau mungkin dari kehidupan orang lain. Yang kita cari adalah kepercayaan dan rasa ihklas, yang hilang terganti rasa curiga dan amarah, yang terlampau besar dari sayang tanpa kita sadari.

Mungkin saat ini adalah yang paling tepat untuk kita berdua berkelana sendiri. Bergabung pada kehidupan sosial yang telah lama terabaikan, mencari pengalaman baru yang tak berlatar belakang perasaan. Menyelesaikan apa yang telah kita jalani untuk masa depan. Mungkin ini adalah cara bijak untuk menyegarkan kembali pikiran kita tentang indahnya hidup dan masa muda.

Tidak lah sia-sia apa yang kita jalani dahulu, banyak pelajaran yang dapat kita ambil, pejalaran yang tak kita dapat dari tumpukan buku dan teori-teori tentang cinta. RencaNya jauh lebih baik dari apa yang kita rencanakan, Ia tak pernah bohong pada janjinya, suatu saat anak cucu adam akan dipertemukan dengan rusuknya dari anak cucu hawa. Ia Maha Tahu kapan waktunya, kita hanya perlu sabar kalau memang diri ku dan diri mu adalah satu bagian yang takterpisahkan, kita akan kembali satu.


Denyar, Aku yakin kamu sudah semakin dewasa saat ini. Tak ada yang hilang dari kita, tak ada yang pergi meninggalkan, hanya terpisah saja untuk memahami hidup masing-masing. Berharaplah dengan pengharapan yang benar, pahamilah dengan pemahaman yang benar. 

Layu sekejap daun terkena panas, kemudian kembali segar terkena air. Takakn mati pohon pisang ditebang sebelum masanya ia berbuah. Menjadi baik untuk yang terbaik mungkin akan lebih baik dari pada memaksa baik padahal belum tentu baik. Bukalah sedikit hati mu temukan hal baru yang membuatnya nyaman, lepaskan harap mu pada ku, karena aku takpantas untuk diharap. Penantian yang sebenarnyaa adalah sabar akan ketentuan Nya, bukan penantian atas apa yang benar-benar kita harapkan.
READMORE
 

Mengembalikan Folder yang Disembunyikan Virus


Sangat menyebalkan apa bila folder yang berisikan file-file penting terinfeksi oleh virus. Virus komputer adalah sebuah program yang dibuat untuk oleh programer dan tentunya bersifat merusak, mencuri, menyembunyikan. Ada banyak jenis-jenis virus yang beredar di dunia teknlogi informasi saat ini. Untuk saat ini saya tidak akan membahas jenis jenis virus, lain kali aja ya.. 

Kemampuan virus semakin hari semakin berkembang, mulai dari mencuri informasi penting, memeriksa file, menggandakan diri, memanipulasi bahkan yang paling umum kita temui adalah kemampuan untuk menyembunyikan diri dan data yang ada.

Nah yang akan kita bahas adalah bagaimana cara untuk mengembalikan data yang disembunyikan oleh virus dalam level super hidden, karena meskipun memory yang kita gunakan telah dibersihakan dengan menggunakan anti virus namun folder-folder tersebut tidak juga muncul di windows properties

Caranya sangat gampang, teman-teman bisa langsung mempraktikanya jika mengalami masalah terhadap folder yang di hidden oleh virus. 

  1. Hubungkan Flashdisk atau memory yang terinfeksi virus ke komputer
  2. Jangan lupa di clean dulu dengan antivirus, agar tidak adalagi virus yang bersemayam di FD
  3. Jika sudah, bukalah command promt (cmd) melaui Start > RUN > ketikan “cmd” > tekan ENTER 
  4. Masuk ke drive dimana flashdisk sobat bersemayam, saya contohkan pada drive I: . masuk dengan mengetikan “I:” tanpa tanda petik.
  5. Lalu ketik attrib -R -S -H /S /D kemudian tekan enter
  6. Tunggulah beberapa saat. Hingga command promt kembali menjadi I:\>
  7. Kemudian coba lah refresh flashdisk tersebut.. Folder-folder yang tadinya tersebunyi sudah kembali pulang.
Penjelasan :
attrib = string ini digunakan untuk mulai merubah atribut melalui Command Prompt
-S = digunakan untuk menghilangkan atribut System File pada drive
-H = digunakan untuk menghilangkan atribut Hidden File
-R = Untuk menghilangkan atribut Read Only File
/S = sub directory
/D = directory

Jika tidak ingin repot, gunakan saja freeware untuk mengembalikan folder yang disembunyikan oleh virus.. :D

Semoga bermanfaat

Sumber : source
READMORE
 

Caleg-Caleg Vandalisme

2014 Merupakan tahun pemilu di Indonesia, seperti biasa  ketika menjelang pemilu dari kepala desa sampai pemilu presiden banyak atribut-atribut parpol bertaburan di pinggir-pinggir jalan, di tiang litrik, di tembok, di pohon, bahkan kadang di kaos tukang becak. Terasa ramai sekali pesta demokrasi Indonesia.

Jika kalian pernah melihat pameran foto, nah mungkin lebih tepat jika Indonesia menjelang pemilihan umum seperti ajang pameran foto. Betapa tidak, masing-masing caleg hingga capres, berpose sebaik-baiknya, senyum simpul yang manis, hingga senyum lebar yang menampakan gigi putihnya. Memang sih, mereka bukan model untuk cover majalah maka jangan heran jika foto mereka terpampang di buku yasin beberapa jamaah pengajian, konon katanya itu pemberian caleg.  Entah apa maksud mereka menampilkan foto  di buku yasin, untuk dikenal atau mungkin mereka mau dikirim yasin, sepeti para almarhum dan almarhumah.

Saya bukan orang seni jadi maaf jika pendapat saya tentang estetika keindahan melengceng sana sini. Tapi jika pendapat saya merupakan suatu yang benar, mungkin hanya kebetulan semata.  Keindahan suatu kota karena payung teduh alami dari pohon-pohon yang ada di pinggir jalan menjadi kurang menarik, karena sebagian besar baliho caleg bersetubuh dengan pohon-pohon, tembok jalanan ditempel poster-poster dengan senyum manis tapi boong. Slogan-slogan janji-jani dan menjanjikan perubahan. Apalah artinya keindahan suatu kota dengan bangunan masa penjajahan jika di kiri, kanan, depannya terhalang baliho-baliho caleg sok eksis dengan janji-janji dan selogan gombalnya.

Setiap hari mata kita terpaksa menikmati pemandangan yang tidak  menarik. Pernah suatu ketika biat hati saya untuk mengambil gambar di pinggir jalan, namun seorang teman memperingatkan saya, “ah, jelek ada calegnya, pindah pindah,” teriak teman untuk memotret di tempat yang lebih steril dari caleg. Andai saja para caleg tersebut mengiklankan diri mereka di koran maka saya dengan senang hati bagian iklan pada koran tersebut akan saya buang.

Vandalisme, itulah kata yang tepat ketika melihat penistaan, perusakan ruang dan fasilitas publik seperti yang dilakukan para caleg. Tidak salah jika mereka mengkampanyekan diri mereka, tapi sangat salah besar jika mereka melakukanya dengan cara melukai pohon, menempelkan poster-poster mereka di tembok ataupun tiang-tiang listrik, itu sama saja dengan perusakan.

Panwaslu berkali-kali merazia baliho-baliho yang dipasang tidak pada tempatnya, rekan-rekan yang bergerak secara inisiatif juga sering menertibkan baliho dan poster-poster yang merusak fasilitas publik. Tapi apalah arti dari tindakan tersebut jika sang empunya baliho tidak sadar dengan hak-hak publik, terlalu egois memaksakan orang mengenal mereka lewat visual bukan lewat kerja nyata.


Sebelum jadi caleg saja mereka sudah berani merampas hak-hak publik, lantas bagaimana jika mereka telah menjadi wakil rakyat? Masihkah mereka berpikir mengenai publik atau hanya memilikirkan kepentingan diri mereka sendiri. Kebaikan yang besar dimulai dari kebaikan yang kecil. Begitu pula dosa besar semula berawal dari dosa yang kecil.
READMORE
 

Sebab Aku Belum Ingin Pulang

hai haiii.... saya lagi gemar menggunakan kata "hai" untuk menyapa, meskipun beberapa teman saya kurang menyukainya. Saya rasa itu adalah kata yang universal dan tidak menyangkut salah satu dari ajaran agama apa pun. Seorang Pendeta mendapat teguran dari beberapa orang ketika beliau menggunakan salam pembuka yang merupakan ciri khas salah satu agama di dunia. karena blog ini juga mendunia, dari pada saya juga tegus oleh beberapa oknum, alangkah lebih baiknya saya menggunakan salam yang dapat diterima oleh semua orang, agama, negara dan seluruh alam semesta.. #ngomongopotooo..

---------------intermezoo

Ada sebuah postingan disalah satu grup fb yang dibentuk untuk menjalin silaturahmi antar sesama warga salah satu kabupaten di salah satu provinsi di Indonesia. Postingan itu berisi "(nama kota) kapan bisa majunya" tanpa di bubuhi tanda tanya,  dan membuat saya bingung, postingan ini apakah sebuah pertanyan atau sebuah uangkapan. Tapi mungkin itu adalah sebuah pertanyaan, mungkin si penulis hanya lupa membubuhkan tanda tanya di akhir kalimatnya. seperti kita semua yang lupa pada tugas kita sebagai manusia.

Pertanyaan itu pula yang setiap saat menggelayut dalam pikiran ku, bagaimana aku bisa maju ketika aku hanya mengejar benar tanpa pernah belajar dari salah ku. Bagaimana aku bisa menjadi luar biasa dan belajar banyak hal ketika aku puas dengan apa yang aku miliki yang sejatinya itu bukan lah milik ku? kapan aku bisa maju ketika aku hanya mengandalkan tangan orang lain untuk meraih ingin ku? kapan aku bisa maju ketika aku lebih banyak mengeluh dari pada berusaha? kapan aku lebih baik ketika aku memilih diam dalam nyaman ku sementara orang lain keluar dari nyamanya untuk mencoba banyak hal?

Aku anak rantau yang belum ingin pulang, karena aku masih menjadi rumput belum menjadi oak. Apa lah artinya rumput jika kembali pulang ke kadang gajah, tentu saja hanya menjadi santapan dan diinjak-injak. Beda halnya ketika oak tumbuh di kandang gajah, ia akan menjadi pohon yang kuat, menduhkan sang gajah, tempat sandaran sang gajah ketika hujan, bahkan menjadi penambat buat mengingat sang gajah. aku ingin menjadi oak baru lah aku pulang.

Aku rindu kampung halaman ku, dimana tempat aku dilahirkan dan tempat di mana masa kecil ku yang bahagia ku habiskan, arrhhh aku rindu sudut kota itu yang kadang tak beraturan, aku rindu deretan kendaraan yang berbaris di pinggir jalan ketika ada arak-arakan, aku rindu kota yang berbeda 170 derajat dari kota tempat aku tinggal sekarang, meskipun aku rindu kota kelahiran ku, tapi aku lebih nyaman disini. di mana semuanya tertata mendekati nyaman, dimana segala yang kamu butuhkan tersaji dengan banyak pilihan, di mana orang-orang saling berdiskusi menciptakan aksi untuk kesejahteraan sesamanya, dimana penguasa mengayomi rakyat, dan buadayanya menjadi ikon yang tak terlupakan di mata dunia. Aku selalu ingin  kota kelahiran ku seperti kota ini, agar aku dan seluruh manusianya nyaman bersilaturahmi..


READMORE
 

My Heart


Teman-teman mungkin masih ingat dengan lagu ini, lagu yang populer beberapa tahun silam yang di kumandangakan oleh sepasang anak muda yang saat itu menjalin ikatan cinta, tapi sayang kisah cinta mereka kandas tak seperti lirik lagunya, ternyata mereka tak cukup tegar ketika hati mereka menemukan cinta yang lain, mungkin sayang mereka takan akan hilang, meskipun mereka tak lagi dalam satu ikatan.

Ah,, lagi-lagi saya seperti penjual VCD bajakan, begitu kata teman saya, tapi tak apalah mempromosikan musik karya anak bangsa tidak lah salah, lagian saya tak terlalu suka dengan musik barat, selain Bahasa Inggris terlalu pasif, telinga saya juga telinga Indonesia. hehe

Oh iyaa, ini lagu beberapa kali mampir dalam playlist saya, dimainkan secara otomatis oleh musicplayer, tadinya saya tak terlalu menikmati, tapi setelah beberapa kali lagu ini memaksa telinga saya untuk memperhatikan, saya baru menyadari bahwa setiap lirik lagu berbau cinta atau pun perasaan itu semua semu, setidaknya begitulah hasil pengamatan saya, bahkan penyanyinya sendiri hanya bisa mengumandangkan lirik-lirik melow nan syahdu, tanpa bisa mengamalkan lirik tersebut dalam kehidupannya, ya sebut saja duo sejoli yang menyanyikan lagu MY Heart ini dan masih banyak lagi lainya.. :)

Kehidupan bercinta memang tak semudah kisah cinta beauty and a beat atau kisah romansa FTV. Cinta tak hanya suka lalu jadian, mesra-mersaan di pinggir jalan, penggangan tangan... ketika masa SMA, saya juga menikmati pacaran, tapi setelah umur saya beranjak dewasa, saya sadar bahwa cinta tak hanya sekedar kata, atau pun ungkapan puitis dari seorang insan untuk insan yang berlainan jenis. tapi Cinta adalah sebuah tanggung jawab yang tidak dapat diobral dengan mudah, seperti kacang goreng.

Pada suatu ketika kita akan memahami tanggung jawab yang maha besar, bukan hanya untuk saat ini, tapi saat nanti, ketika gelar sakral "suami" atau "istri" tlah kita sandang, tanggung jawab besar yang mungkin takakan semudah melewati jalanan panjang berlobang dengan pegangan tangan semasa pacaran, tapi jalan panjang seumur hidup dan berakhir di akhirat.

Perlahan saya mengerti arti kebahagiaan yang sesungguhnya dari sebuah penantian yang benar benar membuat saya merindu. Saya merindukan calon istri saya yang sampai saat ini masih dijaga Tuhan, dan saya mengerti, sendiri tak selamanya menyakitakan, sendiri adalah jeda dimana Tuhan memberikan waktu buat saya untuk mempersiapkan sebagian bekal untuk melewati masa depan bersama bidadariNya.. Saya mulai percaya semua akan indah pada waktunya, maka bersabarlah kawan, jangan pernah memaksa bahagia datang lebih awal. Bahagia akan datang pada saatnya. Ketika  saat itu tiba untailah kata-kata indah dalam janji Akad nikah, lalu ukirlah nama kalian dan pasangan kalian pada buku Nikah, lalu peganglah tangan istri mu untuk menjalani hidup dalam bahagia disurga yang kalian ciptakan sendiri.

READMORE
 

Rindu Tak Bertuan

Arhhhggg... lagi lagi tertahan rasa yang gak tau rasa apa namanya. Terjaga tak dapat memejamkan mata, ah mungkin sudah ku alihkan semua kepada kerja yang menjadi alibi untuk tetap terjaga menunggu pagi.

Memejamkan mata menjadi kerja yang menusuk hingga ke relung hati terdalam menjelma menjadi rindu yang tiada tara, entah pada siapa rindu ini bersamayam, entah dosa apa yang aku lakukan pada hati yang begitu suci. Terasing dalam malam yang sepi, tersandra dalam diam. Menatap gerak beku dan senyummu dalam foto, hanya itu pengobat rindu yang berontak ini.

Arghhh.. Entah kenapa rasa ini menjadi beda, tak ada alasan dan tak tau kenapa begini susahnnyaa untuk menjelaskan, apa mungkin kamu juga merasakan hal yang sama dengan apa yang aku rasakan.

Apa aku terlalu berharap lebih pada mu, atau aku terlalu munafik mengartikan segalanya. Ah, kadang aku berpikir untuk lari ke hutan bertafakur bersama alam, menikmati hening, tapi mungkin hanya raga ku yang berada di dalam hutan tersebut, namun pikiran ku akan melayang jauh menerobos semak, menyeberangi lautan, melintasi pegunungan, dan kembali menemukan mu yang selalu menghantu.

Sudah ku basuh muka ku dengan air suci, tapi tak juga hilang wajah mu. Ku bawa sujud dan berserah pada pencipta Mu tapi tetap saja tak sirna wujud mu, sedang ku pikirkan dosa ku yang berkali-kali memandang mu lewat foto, tetapan sekali itu tak apa, tapi berkali-kali itu dosa.. arhggg.. Ku redam rindu ku dalam do’a, semoga engkau baik-baik di sana, menjaga hati mu, menjaga cinta mu, menjaga diri mu, dari segala rasa yang merusak iman mu, jarak dan waktu yang akan menjawab siapa kah diri mu yang menjadi rindu terdalam dari hati ku.


READMORE